1. Amerika
Serikat
•
Menganut Comon Law, sehingga pengaturannya
dilakukan oleh swasta (FASB), dan disahkan oleh SEC
•
Pengaturan
dan Pembinaan :
- 2002 melalui Norwalk Agrement, FASB dan IASB sepakat mengonvergensikan GAAP milik FASB dan IFRS milik IASB
- 2002, ditandatangani UU Sarbane-Oxley Act (GCG, pengungkapan, pelaporan dan profesi audit), dengan pembentukan organisasi nirlaba untuk mengatur audit dan auditor perusahaan publik.
Pelaporan
Keuangan
Komponen
Laporan keuangan perusahaan meliputi : Laporan Manajemen, Laporan auditor
independen, laporan keuangan utama, Pembahasan dan Analisis Manajemen,
Pengungkapan kebijakan akuntansi, catatan laporan keuangan, dan perbandingan
data terpilih triwulan
Pengukuran
Akuntansi
•
Dasar pengukuran akuntansi dengan dasar
akrual, sehingga sangat terikat oleh konsep matching
•
Goodwill
dikapitalisasi, tidak ada amortisasi tetapi dengan impairment
•
Untuk
asset berwujud dan tidak berwujud menggunakan historical cost, dan revaluasi diperbolehkan
•
Penilaian
persediaan dengan metode LIFO, FIFO dan average. Penilaian pajak dengan metode
LIFO.
•
Teknik
perataan laba dilarang
Usaha
Konvergensi dengan IFRS
•
Metode
akuntansi penggabungan usaha, goodwll yang timbul dari akuisisi, pencatatan
investasi dalam perusahaan asosiasi, penyusutan, akuntansi kemungkinan
kerugian, leases keuangan, pajak tangguhan dan pencadangan untuk perataan
penghasilan sudah sama dengan IFRS
•
Penilaian
asset, penilaian persediaan berbeda dengan IFRS
2. BELANDA
Menganut code law, sehingga
pengaturan akuntansi diatur oleh negara
Pengaturan dan
Pembinaan Akuntansi
Sejak
1970, diperkenalkan mandatory audit, yang mendorong pembentukan Tripartiet Accounting
Group, yang diganti dengan Council of Annual Report th 1981.
Pelaporan
Keuangan
Laporan keuangan meliputi :
Neraca, Laporan laba/ rugi,
catatan, laporan drektur dan informasi lain yang dianggap perlu
Pengukuran
Akuntansi
•
Penggabungan
usaha umumnya menggunakan metode pembelian.
•
Goodwill
dikapitalisasikan dan diamortisasi maksimum 20 th Metode ekuitas baru digunakan
jika investor berpengaruh secara signifikan
•
Rekomendasi
dewan tentang translasi valas sesuai dengan IAS no 21.
•
Asset
berujud diukur dengan nilai sekarang. Harga historis tetap dicantumkan untuk
keperluan pajak.
•
Karena
penerapan aturan yang sangat fleksibel, maka ada peluang untuk praktek perataan
penghasilan
Usaha
Konvergensi dengan IFRS
•
Peraturan
yang sudah sama : akuntansi penggabungan usaha, pencatatan investasi untuk
perusahaan asosiasi, penilaian asset, penyusutan asset tetap, akuntansi
kemungkinan kerugian, leases keuangan, pajak tangguhan
•
Yang
belum sama : pencatatan goodwill, penilaian persediaan, perataan penghasilan
INGGRIS
Merupakan negara pertama di dunia
yang mengembangkan profesi akuntansi.
Menganut common law.
Pengaturan dan
Pembinaan Akuntansi
Sumber
utama standar akuntansi keuangan di Inggris adalah UU perusahaan dan profesi akuntansi.
Standar akuntansi disahkan oleh CCAB yang kemudian diubah menjadi ASC, yang
mengikat 6 badan akuntansi di Inggris, yang bertugas mengumumkan SSAPs.
Pelaporan
Keuangan
Merupakan
yang paling komprehensif di dunia. Laporan keuangan meliputi : laporan
direktur, lap. laba/ rugi, neraca, laporan arus kas, laporan total keuntungan
dan kerugian yang diakui, catatan dan laporan audit.
Pengukuran
Akuntansi
•
Metode
akuisisi dan merger (pooling of
interest) diperbolehkan dalam penggabungan usaha.
•
Asset
dapat dinilai dengan biaya historis, nilai wajar maupun campuran keduanya.
•
Leases
dikapitalisasi, dan kewajiban lease dibukukan sebagai hutang.
•
Persediaan
dinilai sebesar yang lebih rendah antara harga pokok dengan FIFO atau average.
Metode LIFO dilarang di Inggris.
•
Mulai
Januari 2005, semua perusahaan Inggris boleh menggunakan IFRS sebagai pengganti
UK GAAP.
Usaha
Konvergensi dengan IFRS
v Persamaan UKGAAP
dengan IFRS : metode penggabungan usaha, pencatatan investasi, penilaian asset,
penyusutan, penilaian persediaan, akuntansi kerugian, Lease, pajak yang
ditangguhkan.
v
Perbedaan
dengan IFRS dalam hal : perlakuan terhadap goodwill, adanya pencadangan untuk
perataan penghasilan
INDIA
Setelah
kemerdekaan, India menganut sistem perekonomian sosiais. Tetapi mulai krisis
ekonomi 1991, India mulai membuka pasarnya ke dunia internasional.
Peraturan dan
Pembinaan Akuntansi
Sumber
utama standar Akuntansi Keuangan di India adalah undang-undang perusahaan dan
profesi akuntansi. Th 1949 dibentuk Institute of Chartered Accountans of India,
yang bertanggung jawab mengambangkan standar akuntansi keuangan India. Th 2006,
pemerintah mengumumkan untuk memperkenalkan peraturan baru, yaitu IFRS, dan
institusi akuntansi menanggapi kemungkinan tersebut dengan mempelajari
penerapan IFRS seacara utuh di India.
Pelaporan
Keuangan
Laporan
keuangan di India meliputi : neraca, laporan penghasilan, laporan arus kas, kebijakan
akuntanasi dan catatan-catatan.
Pengukuran
Akuntansi
•
Untuk
penggabungan usaha tidak ada standar akuntansinya, tetapi sebagian besar
menggunakan metode pembelian, yang disebut dengan amalgamation. Goodwill
dikapitalisasi, diamortisasi dan diuji impairmentnya (pengurangannya).
•
Pencatatan
investasi dengan metode ekuitas.
•
Penilaian
asset dengan historical cost dan fair value. Penyusutannya dengan manfaat
ekonomik.
•
Persediaan
dinilai dengan the lower of cost, dan cost flownya dengan metode FIFO dan rata-rata.
LIFO tidak diperbolehkan.
•
Akuntansi
kemungkinan kerugian diakrualkan.
•
Leases
dikapitaslisasikan, sedangkan pajak yang ditangguhkan diakrualkan.
•
Masih
ada cadangan untuk perataan penghsilan.
Usaha
Konvergensi dengan IFRS
Peraturan
di India sebagian besar sama dengan IFRS, kecuali untuk pencadangan perataan
penghasilan yang masih diperbolehkan di India.
No comments:
Post a Comment