Thursday, October 18, 2012

Sistem Akuntansi Di Beberapa Negara


1. Amerika Serikat
          Menganut Comon Law, sehingga pengaturannya dilakukan oleh swasta (FASB), dan disahkan oleh SEC
         Pengaturan dan Pembinaan :
    •  2002 melalui Norwalk Agrement, FASB dan IASB sepakat mengonvergensikan GAAP milik FASB dan IFRS milik IASB
    • 2002, ditandatangani UU Sarbane-Oxley Act (GCG, pengungkapan, pelaporan dan profesi audit), dengan pembentukan organisasi nirlaba untuk mengatur audit dan auditor perusahaan publik.
Pelaporan Keuangan
Komponen Laporan keuangan perusahaan meliputi : Laporan Manajemen, Laporan auditor independen, laporan keuangan utama, Pembahasan dan Analisis Manajemen, Pengungkapan kebijakan akuntansi, catatan laporan keuangan, dan perbandingan data terpilih triwulan  

Pengukuran Akuntansi
          Dasar pengukuran akuntansi dengan dasar akrual, sehingga sangat terikat oleh konsep matching
         Goodwill dikapitalisasi, tidak ada amortisasi tetapi dengan impairment
         Untuk asset berwujud dan tidak berwujud menggunakan historical cost, dan revaluasi diperbolehkan
         Penilaian persediaan dengan metode LIFO, FIFO dan average. Penilaian pajak dengan metode LIFO.
         Teknik perataan laba dilarang

Usaha Konvergensi dengan IFRS
         Metode akuntansi penggabungan usaha, goodwll yang timbul dari akuisisi, pencatatan investasi dalam perusahaan asosiasi, penyusutan, akuntansi kemungkinan kerugian, leases keuangan, pajak tangguhan dan pencadangan untuk perataan penghasilan sudah sama dengan IFRS
         Penilaian asset, penilaian persediaan berbeda dengan IFRS


2. BELANDA
Menganut code law, sehingga pengaturan akuntansi diatur oleh negara

Pengaturan dan Pembinaan Akuntansi
Sejak 1970, diperkenalkan mandatory audit, yang mendorong pembentukan Tripartiet Accounting Group, yang diganti dengan Council of Annual Report th 1981.

Pelaporan Keuangan
Laporan keuangan meliputi :
Neraca, Laporan laba/ rugi, catatan, laporan drektur dan informasi lain yang dianggap perlu

Pengukuran Akuntansi
         Penggabungan usaha umumnya menggunakan metode pembelian.
         Goodwill dikapitalisasikan dan diamortisasi maksimum 20 th Metode ekuitas baru digunakan jika investor berpengaruh secara signifikan
         Rekomendasi dewan tentang translasi valas sesuai dengan IAS no 21.
         Asset berujud diukur dengan nilai sekarang. Harga historis tetap dicantumkan untuk keperluan pajak.
         Karena penerapan aturan yang sangat fleksibel, maka ada peluang untuk praktek perataan penghasilan

Usaha Konvergensi dengan IFRS
         Peraturan yang sudah sama : akuntansi penggabungan usaha, pencatatan investasi untuk perusahaan asosiasi, penilaian asset, penyusutan asset tetap, akuntansi kemungkinan kerugian, leases keuangan, pajak tangguhan
         Yang belum sama : pencatatan goodwill, penilaian persediaan, perataan penghasilan


INGGRIS
Merupakan negara pertama di dunia yang mengembangkan profesi akuntansi.
Menganut common law.

Pengaturan dan Pembinaan Akuntansi
Sumber utama standar akuntansi keuangan di Inggris adalah UU perusahaan dan profesi akuntansi. Standar akuntansi disahkan oleh CCAB yang kemudian diubah menjadi ASC, yang mengikat 6 badan akuntansi di Inggris, yang bertugas mengumumkan SSAPs.

Pelaporan Keuangan
Merupakan yang paling komprehensif di dunia. Laporan keuangan meliputi : laporan direktur, lap. laba/ rugi, neraca, laporan arus kas, laporan total keuntungan dan kerugian yang diakui, catatan dan laporan audit.

Pengukuran Akuntansi
         Metode akuisisi dan merger  (pooling of interest) diperbolehkan dalam penggabungan usaha.
         Asset dapat dinilai dengan biaya historis, nilai wajar maupun campuran keduanya.
         Leases dikapitalisasi, dan kewajiban lease dibukukan sebagai hutang.
         Persediaan dinilai sebesar yang lebih rendah antara harga pokok dengan FIFO atau average. Metode LIFO dilarang di Inggris.
         Mulai Januari 2005, semua perusahaan Inggris boleh menggunakan IFRS sebagai pengganti UK GAAP.

Usaha Konvergensi dengan IFRS
v  Persamaan UKGAAP dengan IFRS : metode penggabungan usaha, pencatatan investasi, penilaian asset, penyusutan, penilaian persediaan, akuntansi kerugian, Lease, pajak yang ditangguhkan.
v  Perbedaan dengan IFRS dalam hal : perlakuan terhadap goodwill, adanya pencadangan untuk perataan penghasilan


INDIA
Setelah kemerdekaan, India menganut sistem perekonomian sosiais. Tetapi mulai krisis ekonomi 1991, India mulai membuka pasarnya ke dunia internasional.

Peraturan dan Pembinaan Akuntansi
Sumber utama standar Akuntansi Keuangan di India adalah undang-undang perusahaan dan profesi akuntansi. Th 1949 dibentuk Institute of Chartered Accountans of India, yang bertanggung jawab mengambangkan standar akuntansi keuangan India. Th 2006, pemerintah mengumumkan untuk memperkenalkan peraturan baru, yaitu IFRS, dan institusi akuntansi menanggapi kemungkinan tersebut dengan mempelajari penerapan IFRS seacara utuh di India.

Pelaporan Keuangan
Laporan keuangan di India meliputi : neraca, laporan penghasilan, laporan arus kas, kebijakan akuntanasi dan catatan-catatan.

Pengukuran Akuntansi
      Untuk penggabungan usaha tidak ada standar akuntansinya, tetapi sebagian besar menggunakan metode pembelian, yang disebut dengan amalgamation. Goodwill dikapitalisasi, diamortisasi dan diuji impairmentnya (pengurangannya).
      Pencatatan investasi dengan metode ekuitas.
      Penilaian asset dengan historical cost dan fair value. Penyusutannya dengan manfaat ekonomik.
      Persediaan dinilai dengan the lower of cost, dan cost flownya dengan metode FIFO dan rata-rata. LIFO tidak diperbolehkan.
      Akuntansi kemungkinan kerugian diakrualkan.
      Leases dikapitaslisasikan, sedangkan pajak yang ditangguhkan diakrualkan.
      Masih ada cadangan untuk perataan penghsilan.

Usaha Konvergensi dengan IFRS
Peraturan di India sebagian besar sama dengan IFRS, kecuali untuk pencadangan perataan penghasilan yang masih diperbolehkan di India.

No comments:

Post a Comment